Rabu, 26 November 2014

Penelitian Longitudinal

Penelitian longitudinal (bahasa Inggris:longitudinal research) adalah salah satu jenis penelitian sosial yang membandingkan perubahan subjek penelitian setelah periode waktu tertentu.[1] Penelitian jenis ini sengaja digunakan untuk penelitian jangka panjang, karena memakan waktu yang lama.[1] Karakteristik dan cakupan utama dari penelitian longtudinal meliputi (Ruspini,2000; Taylor et.al., 2000):[2]
  1. Data dikumpulkan untuk setiap variabel pada dua atau lebih periode waktu tertentu.
  2. Subjek atau kasus yang dianalisis sama, atau setidaknya dapat diperbandingkan antara satu periode dengan periode berikutnya.
  3. Analisis melibatkan perbandingan data yang sama dalam satu periode dengan antar metode yang berbeda.
Jenis
Terdapat tiga macam penelitian longitudinal, yaitu:[2]
  1. Studi panel (Panel-study) merupakan jenis penelitian yang dilaksanakan dalam waktu yang berlainan, namun tetap menggunakan sampel yang sama.
  2. Waktu berjalan (time series) merupakan jenis penelitian yang dilaksanakan dalam waktu yang berlainan dan belum tentu menggunakan sampel yang sama dalam sebuah populasi yang sama.
  3. Cohort-study merupakan penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang yang memiliki kebudayaan, latar belakang, atau pengalaman yang sama.
Referensi
1.      ^ a b Hermawan, Asep. Tanpa tahun. Penelitian Bisnis-Paradigma Kuantitatif. Jakarta: PT.Grasindo. Hal 88. ISBN 979-759-542-0, 9789797595425.
2.      ^ a b Cross-sectional vs Longitudinal Research. Diakses 8 Juni 2010.
Artikel ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.


Metode Kros-seksional/Metode Transversal
Metode kros seksional adalah suatu pendekatan yang dipergunakan untuk melakukan penelitian beberapa kelompok anak dalam jangka waktu yang relative singkat.
Atau metode kros-seksional diselidiki orang-orang atau kelompok orang dan tingkatan usia yang berbeda-beda. Dengan mengambil kelompok orang dari tingkatan umur yang berurutanakhirnya dapat diketemukan gambaran mengenai proses perkembangan satu atau beberapa aspek kepribadian seseotang.

b. Metode Longitudinal
Metode Longitudinal adalah pendekatan dalam penelitian yang dilakukan dengan cara menyelidiki anak dalam jangka waktu yang lama.
Dengan pendekatan ini biasanya diteliti beberapa aspek tingkah laku pada satu atau dua orang yang sama dalam waktu beberapa tahun. Dengan begitu akan memperoleh gambaran aspek perkembangan secara menyeluruh.

c. Metode Sekuensial
Mertode sekuensial ini merupakan kombinasi dari metode kros-seksional/tranversal dan metode longitudinal.
Dalam banyak hal, pendekatan ini mulai dengan studi kros-seksional yang mencakup individu dari usia yang berbeda. Berbulan-bulan atau betahun-tahun setelah pengukuran awal, individu yang sama diuji lagi (ini merupakan aspek longitudinal dari rancangan). Pada waktu selanjutnya, sekelompok subjek baru diukur pada masing-masing tingkat usia. Kelompok baru pada masing-masing tingkat ditambahkan pada waktu berikutnya 7untuk mengontrol perubahan yang (gugur) dari studi, pengujian ulang mungkin telah meningkat kinerja mereka.

d. Metode Cross-Cultural/Pendekatan Lintas Budaya
Metode Cross-Cultural adalah suatu pendekatan dalam penelitian yang mempertimbangkan factor-faktor lingkungan atau kebudayaan yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Pendekatan ini banyak digunakan uttuk mengetahui perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan perkembangan anak pada beberapa laatar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Hal ini adalah karena dengan pendekatan ini dapat diperoleh pengertian yang lebih mendalam tentang proses perkembangan sesorang.
Melalui pendekatan ini bisa dijelaskan hipotesa-hipotesa yang ada melalui factor-faktor yang dipe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar